Selasa, 20 Oktober 2009

Turbin


fungsi dari turbin adalah mengubah energy dari uap yang dibangkitkan dari boiler menjadi energi mekanik berupa putaran poros turbin. Turbin yang digunakan adalah turbin impuls dengan 12 tingkat blade. Uap masuk ke dalam sudu-sudu turbin dan diarahkan ke nosel. Selain untuk mengarahkan uap, nosel berfungsi menaikkan tekanan uap yang masuk ke turbin. Banyaknya uap yang masuk ke turbin dikontrol oleh governor yang mengatur pembukaan main steam valve yang akan masuk ke turbin. Governor akan membuka main steam valve pada saat beban naik sehingga jumlah uap yang masuk akan bertambah banyak begitu juga sebaliknya jika beban turun maka control valve akan menutup untuk mengurangi jumlah uap yang masuk ke turbin. Selanjutnya akibat tekanan yang dimiliki uap, maka turbin akan memutar sudu-sudu turbin. Sudu-sudu turbin yang terpasang pada rotor akan berputar dengan poros turbin, dengan putaran 6800 Rpm. Dengan putaran turbin 6800 Rpm maka diperlukan roda gigi untuk mereduksi putaran turbin ke putaran generator, putaran yang digunakan pada generatr adalah 1500 Rpm. Jadi antara poros turbin dan poros generator tidak dikopel langsung tetapi melalui transmisi roda gigi. Generator yang digunakan menggunakan 2 macam dengan pendinginan udara. Udara pendingin merupakan siklus tertutup dan udara didinginkan oleh air di generator cooler.
Bagian-bagian dari turbin yaitu:
Blade
Rotor
Stator
Servomotor
Exhaust turbin
Extraction steam
Oil cooler
Sealing steam
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan Turbin-generator adalah:
a. Temperatur dan tekanan uap yang akan masuk ke dalam turbin. Jika berlebihan atau terlalu kurang maka akan merusak turbin.
b. Sealing steam jika terlalu rendah maka vakum akan naik maka kemampuan turbin akan menurun
c. Temperature oli pendingin dan pelumasan turbin dan generator.
d. Temperatur winding generator
Pada saat akan star atau stop hal yang harus diperhatikan:
a. Oil pump harus dijalankan pertama kali pada saat star
b. Pada saat stop turning gear harus di-ONkan.
Masalah yang ditemui dalam pengoperasian turbin/generator antara lain:
1. Vakum kondensor yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sealing steam, system pendingin, adanya kebocoran vakum yaitu system pendingin yang kurang bagus di mana terjadinya scaling pada cooling system sebagai akibat kondisi air pendingin yang kurang baik.
2. Exhaust temperature yang tinggi , hal ini mengakibatkan beban turbin tidak dapat dinaikkan
3. Pengoperasian yang tidak mengikuti prosedur pengoperasian sehingga saat akan star up, putaran turbin tidak dapat dinaikkan.
4. Sealing system yang rendah sehingga vakum turbin naik. Hal ini disebabkan karena control valve untuk sealing system tidak bisa membuka, sedangkan sealing sangat erat kaitannya dengan vakum.

1 komentar:

  1. minimal jumlah blade untuk turbin uap berapa ya? apakah minimalnya 12 blade?

    BalasHapus